Kehidupan = Youtube ?



Aplikasi YouTube adalah salah satu aplikasi di playstore yang didalamnya adalah menayangkan video-video yang dibuat oleh YouTuber (orang yang mempunyai channel YouTube). Video dalam YouTube sangat beragam, ada video tentang otomotif, vlog, review bahan kecantikan, spritual, dll. Vlog sendiri kependekan dari video blog yang biasanya menampilkan kisah seseorang baik yang berliku maupun datar atau menampilkan kegembiraan.

Hidup ini mirip dengan aplikasi YouTube. Hidup ini bisa diibaratkan suatu kisah yang penuh berliku. Kelangsungannya senantiasa berputar – putar di ruang lingkup yang serupa dari satu generasi sejak mula manusia diciptakan hinggalah menjejak kepada waktu yang paling hampir dan kisahnya selalu berulang – ulang. Meskipun demikian, hidup tidaklah selalu berjalan lurus, tetapi penuh dengan dinamika.

Aplikasi YouTube memiliki fitur diantaranya subscribe atau yang bisa disebut juga orang yang mengikuti dan berlangganan channel tersebut. Selain itu, ada juga share, like atau unlike, dan komentar. Nah dari sini kehidupan sama halnya dengan aplikasi YouTube ada juga orang yang mengikuti, menyukai, dan komentar.

Dalam aplikasi YouTube berbagai video yang bisa dilihat oleh setiap orang. Kemudian ketika seseorang tersebut sering melihat video yang bernuansa dengan apa yang sering dilihat, pastinya video tersebut akan sering muncul diplatform YouTubenya. 

Di tengah pandemi saat ini aplikasi YouTube banyak ditonton oleh seluruh orang yang didunia, terutama oleh masyarakat di Negara Indonesia sendiri. Seperti diberitakan Kompas bahwa trafik aplikasi YouTube meningkat secara drastis. Orang-orang juga bisa mengetahui dan menonton di stasiun TV, tidak hanya melalui layar kaca tetapi juga melalui channel akun YouTubenya.

Orang-orang Indonesia saat ini menyukai sebuah konten YouTube yang berbau dengan supranatural dan juga dibalut dengan dalih Agama. Di sisi lain konten tersebut tidak riil adanya, tetapi settingan. Ironisnya, warga Indonesia sendiri banyak yang suka dengan hal tersebut. Bahkan ada sebagian orang yang beranggapan bahwa hal tersebut benar-benar terjadi, dan juga beranggapan hal tersebut sebagai hiburan semata.

Persepsi yang mempercayai hal tersebut benar terjadi dikarenakan mereka suka dengan dunia supranatural apalagi jika hal itu dibalut dengan dalih Agama. Meskipun saat ini zaman sudah canggih, tapi tidak sembarangan kamera HP bisa merekam langsung atau memperlihatkan bahwa yang ada di isi video tersebut hantu yang nyata.

Oleh karena itu, jadilah penonton yang kritis dan juga jeli dengan apa yang ditontonnya. Jangan mudah terpengaruh dengan sebuah video, meskipun video tersebut dari media dan yang sudah mempunyai nama. Tetaplah mempunyai prinsip skeptisisme. Lebih dari itu, bukan hanya menjadi penonton yang kritis, melainkan juga pembaca yang kritis dengan membaca fenomena bukan hanya sebagai tontonan semata.


24-03-2021

Ali Harozim.

(Sedikit Nakal Banyak Akal)

Komentar

Postingan Populer